
Hi! I was just blogging by and really appreciated your entry on perfumes. I myself have a difficult time finding the right scent and usually end up going thru several different brands. Chanel has proven to be my fav. I also like Lucky. I have never tried this Paris Hilton. Think I shall try it! Feel free to stop by anytime!
kok bisa
Impossible...
Illogical....
unbelievable...
Yet beautiful at the same time
As well as confusing sometimes
Irresponsible...
Ignorance...
Untouchable...
yet he is full of caring and tenderness
As well as cruel at the same time
Now, everything remains questionable
As signs can be seen no more
-----------------------Inspired by a story------------------------------------
Ketika bintang itu t'lah redup
Meninggalkan aku dengan setumpuk asa belaka
Bukan bintang yang dulu
Bintang baru yang mengikat dengan ikrar suci
Ketika bintang itu semakin menjauh
Menari bersama bidadari bidadari didekatnya
Melupakan satu nama yang mengharapkannya
Meninggalkan bersama seribu bidadari bersayap indah
Membawanya terbang jauh
Merenggut jiwa yang terikat
Ketika bintang itu t'lah redup
Tidur dan tersenyum bersama sang dewi dewi
Kini aku sendiri
seperti jiwa tak berpenghuni
Now that the star's gone, I'll love it for good then I'll kiss it goodbye
I'll keep it in mind then I won't carve you day and night
Ketika bintang itu t'lah redup
dan tak lagi memeluk jiwa yang tak bertuan ini
Serasa lepas dan terkulai
Bukan karena sinarnya
Katanya yang mengoyak batinku
karena sebuah janji yang seakan mengikat
Ketika bintang itu t'lah redup
dan tak lagi mengisi ruang yang terkadang kosong
Meski satu bintang begitu dekat
Bintang terang yang lain kini t'lah redup
Meninggalkan aku dengan setumpuk asa belaka
Now that it's gone, I'll love it for good and I''ll kiss it goodbye
---- Tentang seseorang yang merenggut keyakinanku----------------
Aku emang lagi off dari MP - Multiply karena di MP aku harus "dedikasikan" waktu sepenuhnya kepada teman-teman, dan disini aku bisa introspeksi diri tanpa harus meminta apa-apa dari teman-teman. Aku doakan mereka bahagia. Curhat disini enak, mungkin nggak ada yang baca atau mungkin juga ada, aku nggak tahu lagi.
Ada sebuah cerita dan ini mengenai rasa yang mulai terbagi karena sebuah alasan yang sangat prinsip. Sebuah alasan yang sanggup merubah cara pandang dan pola pikir. Tetap dua rasa berjalan beriringan yang akhirnya membuat aku bingung. Selalu ada kekuirangan dan kelebihan pada apapun didunia, negatif dan positif, baik dan buruk begitu juga siang dan malam yang terus mengalir. Beberapa titik terang memang tampak pada satu bintang yang jauh disana, yang mungkin sebentar lagi akan jatuh tepat di depan mataku "make a wish!" bintang yang lain masih terasa jauh namun sinarnya tetap setia menerangi setiap hari dan jalanku.
Aneh memang ketika dua rasa itu ada dan berbeda rasanya. Sifat manusia yang egois yang bisa membuat seseorang menjadi serakah, tidak bisa dua2nya harus satu. Kedua bintang terang manakah? sekarang menjadi sebuah tanda tanya besar. Dalam mimpi satu bintang yang dulu pertama kali menyapa begitu lekat dan terasa dekat, bintang yang lain masih terasa jauh tetapi ada sesuatu yang berbeda, putih disekelilingya yang berarti baik dan suci hanya mungkin bintang itu belum "dewasa". Ini gila dua bintang terang yang seakan masih sangat kabur menggoda aku untuk tetap bersama mereka. Kini aku berharap sebuah hidayah jatuh pada keduaanya dan akhirnya Kau pilihkan satu bintang terang untukku selamanya. Bintang yang tidak akan redup pada prinsipnya dan kebahagian akan selalu ingat padaku untuk bintang yang lain. Ini ceritaku yang aku harap mendapat jawaban dariNya, dibulan ini.
Bintang dilangit, kerlip engkau disana!
Lu2Ar
Hmm sudah lama juga ya saya nggak nulis!! sebulan lho.... bentar lagi bulan ramadhan. Hmm sebenarnya ada alasan kenapa saya posting disini... saya kok tiba2 jadi kangen ya? aneh!!
Kebetulan pas browsing imeem ada gamelan Jawa yang asyik banget, jadi ingat masa SMA dulu!! hmm asli nyesel nggak beli gamelan CD di Jogja... disni nggak ada... ternyata kalo ada gamelan Jawa suasana jadi tenang dan sakral aja.
Lu2Ar
TULUS? apa itu? makanan kah ? dari kamus yang saya dapat TULUS adalah berasal dari hati, bebas dari kepura-puraan atau kecurangan.
Apa yang terjadi jika Anda benar-benar tulus mencintai seseorang?
Apa yang terjadi jika Anda benar-benar bekerja setulus hati?
Apa yang terjadi pada Anda jika apapun yang Anda lakukan / siapapun yang Anda ajak berinteraksi Anda lakukan dengan tulus, tanpa kepura-puraan dan maksud lain?
Jika Anda tulus apakah berarti Anda tidak boleh punya maksud lain ( yg baik, yang sepihak, yang menusuk dll baik bagi dia dan kita, bagi pekerjaan yag kita lakukan dan bagi kita?) bukankah semua yang kita lakukan selalu ada maksud?entah buruk atau baik itu urusan ANda, karena saya membahas TULUS tentu maksud baik.
JIka TULUS itu berarti tidak mengharap apa-apa? lantas buat apa kita berbuat demikian? dengan TUlUS Anda mungkin mengharapkan Anda jadi lebih baik, bukankah itu juga sebuah harapan? dengan TULUS mungkin ANda mengharapkan teman / kolega yang mau bekerja sama dengan Anda, harapan juga kan?
Dari setiap aksi selalu ada reaksi! itu ilmiah!! lalu sebuah AKSI yang namanya TULUS, apakah REAKSI-nya?
Ada dua REAKSI yang mungkin bisa muncul dilihat dari sudut pandang saya orang awam dalam hal ini yang mungkin tidak mendasarkan pada sebuah theory, tapi hanya berdasarkan pengalaman dan hati nurani saya saja.
Reaksi Pertama :
Anda akan menuai bunga, menuai cinta, menuai kenaikan gaji, posisi dll. Sebuah harapan baik dari ketulusan yang akhirnya bisa didapat, dan Anda akan bicara "Itulah hasilnya jika Anda tulus."
Reaksi Kedua:
Anda akan menuai tikaman, celaan, hinaan, dll. Sesuatu yang tidak ada harapkan dari ketulusan yang Anda lakukan, dan Anda akan bicara "Kenapa?? apa yang salah?? aku sudah tulus?" dan Anda mulai menghakimi diri sendiri.
- secara kiasan = cairan apa yang sudah saya masukan ke dalam AKSI saya sehingga REAKSI-nya tidak sesuai dengan yang diharapkan?
Tanggapan akan REAKSI yang GAGAL bisa bermacam-macam, dan saya memandang dari sudut pandang kepribadian seseorang yang jelas-jelas ada empat ; Sanguine, Choleric, Melancholic, dan Phlegmatic. Ada yang bilang begini "
"Ah cuek aja." "Ah, nggak usah dipikiran, enjoy aja." "Aduh kenapa ya? kok jadi begini?" "Apa salah saya ya?" "Take it easy." dll
1. Sanguine
Ketika sang Sanguine telah dengan TULUS melakukan sesuatu, dan GAGAL. Reaksinya nmungkin dia akan berkata " Seharusnya tidak GAGAL, saya kan sudah pasti memasukan "cairan" yang benar, pasti ada yang salah dengan tabungnya ( tabung saya ibaratkan- sebuah media speri teman, pekerjaan, dll)"
2. Choleric
Sang Choleric mungkin akan bereaksi diam atau dia akan bilang "Aku nggak mau TULUS lagi." intinya dia "trauma" dan patah semangat karena REAKSI dari AKSInya tidak membuahkan hasil.
3. Melancholic
San Melo mungkin akan bereaksi "Kenapa ya?? aku salah apa? aku sudah TULUS?" intinya dia akan menghakimi diri sendiri, merasa dia sendiri dan kemudian dia jadi down
4. Phelgmatic
Sang "Santai" si phlegmatic mungkin akan bereaksi " hmm, sante aja. Besok dicoba lagi." Intinya dia cuek karena dia menganggap dia bisa mencoba dan coba lagi.
Jadi GAGAL adalah sebuah REAKSI yang harus diterima dari AKSI yang namanya TULUS. Anda sang experiment AKSI harus menerimanya sebagai UJIAN. UJIAN untuk menjadi lebih bijaksana, UJIAN yang terus akan Anda jalani, UJIAN sulit yang artinya Anda harus siap GAGAL, siap KECEWA, siap DIHINA, siap DICELA, dll. Tetapi semua adalah sebuah UJIAN berharga yang bisa merubah Anda menjadi manusia yang bijaksanayaitu manusia yang tidak cuek akan dirinya sendiri dan orang sekitar atau masalah yang dihadapi sehingga dia bisa belajar, manusia yang bisa menganalisa kesalahannya dan bukan hanya pada orang lain, manusia yang mengandalkan logika daripada perasaan, manusia yang bisa mengambil tindakan tegas dan tangkas jika gejala REAKSI yang Namanya GAGAL muncul sehingga bisa mencegah GAGAL itu semburat keluar "membunuh" kreativitas Anda.
Intinya GAGAL adalah RESIKO / REAKSI dan UJIAN dari sebuah AKSI yang namanya TULUS
Some times ago, my friends and I were dicussing about food from different parts of Indonesia. They mentioned about "ketoprak" traditional dish from Jakarta, and many more. Each tribe has its own dishes, which are very unique either in the taste, the look or the name. Sometimes, people can just guess where some dishes are from by the names. But, that's not what I am going to write; I am not going to discuss the names which are so varied.
Back to the discussion I had with my friends when we had our work gathering; they said that Surabayan food was the best of all ( I guess it was the taste they meant). Hmm, I doubt that actually, because I have been to some places in Indonesia and of course I have tasted many kinds of foods. I have been to Yogyakarta, Semarang, Madiun, Pontianak, Bogor, Jakarta, and Surabaya. As I have mentioned that each city has its own taste in food.
Yogyakarta is the best for "Gudeg". What I mean by "the best" here is that it should be cooked by native Yogyakartans. The taste will not be the same if "Gudeg" is cooked by, say, Surabayans. If you want to find the best "Gudeg" than go to Yogyakarta. I think, Yogyakartans tend to cook sweet food, which is so different compared to Surabayans who tend to cook salty food. However, if you want to find the best "Rujak Cingur" , "lontong mie" or "Tahu tek" go to Surabaya.
Nggak bisa mikir!!! nanti aja balik lagi